Lombok Tengah, SN- Sebanyak 300 penjahit di Kabupaten Lombok Tengah keroyok Alat Pelindung Diri (APD) yang dipesan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Tak tanggung-tanggung sebanyak 2 Juta Alat Pelindung Diri (APD) berupa Masker dan sabun cuci tangan dipesan. Menurut rencana Masker itu akan dibagikan kepada semua masyarakat Lombok Tengah secara Gratis guna mencegah penyebaran Covid -19 melalui camat masing masing.
"APD berupa masker dan sabun cuci tangan tersebut nantinya akan diberikan kepada semua masyarakat melalui Camat, Kepala Desa dan Kadu masing-masing" kata Bupati di Pendopo.
Nantinya, setiap orang akan menerima dua Masker. Masker ini terbuat dari kain sehingga nantinya masyarakat dapat mencuci nya setelah selesai dipakai.
APD ini nantinya akan di produksi pertengahan april dengan pemantaun khusus karena pembuatan APD ini harus sesuai standar yang telah ditentukan, sedangkan para pembuat APD ini juga akan dicek kesehatanya dulu sehingga APD tersebut benar- benar steril dan memenuhi standar. Lth01
Related Posts :
Ratusan Yayasan Terima Dana Hibah, Yang Belum, Tahun DepanLombok Tengah, SN - Sebanyak 227 yayasan keagamaan memperoleh dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara… Read More...
Ratusan Yayasan Terima Dana Hibah, Yang Belum, Tahun DepanLombok Tengah, SN - Sebanyak 227 yayasan keagamaan memperoleh dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara… Read More...
Melambat Akibat Covid 19, Nilai Investasi Baru 3 Triliun Lombok Tengah, SN - Kondisi pandemi Covid 19 menjadikan pergerakan investasi di Kabupaten Lombok Tengah melambat. Kendati demikian Pem… Read More...
Ziadi Gagal Jadi Bupati, Kursi DPRD Diambil Alih RatminaLombok Tengah, SN - Gagal jadi Bupati, kursi DPRD Lombok Tengah yang ditinggal Ziadi di ambil alih Ratmina. Dewan Perwakilan Rakyat Dae… Read More...
Melambat Akibat Covid 19, Nilai Investasi Baru 3 Triliun Lombok Tengah, SN - Kondisi pandemi Covid 19 menjadikan pergerakan investasi di Kabupaten Lombok Tengah melambat. Kendati demikian Pem… Read More...